Siapa mengira, seorang loper koran yang berjualan dari pintu ke pintu, bakal sukses menjadi orang terkaya di dunia. Tapi begitulah Warren Edward Bufett yang kini memiliki aset sekitar 53,5 miliar dolar AS. Majalah terkemuka Forbes, menempatkan Buffet sebagai orang terkaya nomor 4 di dunia. Peringkat pertama orang terkaya diduduki Bill Gates, pendiri Microsoft.
Buffet yang dibesarkan dalam keluarga bangsa Amerika Serikat dengan strata sosial sebagaimana warga AS pada umumnya, sudah tampak kreatif dan pandai mencari uang sejak kecil. Bahkan sebagai seorang anak, Buffett menjual permen karet dan majalah mingguan dari pintu ke pintu (door to door). Sepulang sekolah ia juga bekerja di toko kelontong milik kakeknya.
Menginjak remaja, Buffet berhasil menciptakan uang dari menjadi loper Koran, menjual perangko, dan menjajakan bola golf. Buffet menjadi anak SMA yang mampu mandiri dan mencetak uang sendiri. Apa yang dilakukan Buffett tentu berbeda dengan remaja-remaja anak SMA pada umumnya saat itu.
Kegigihannya berbisnis terus dikembangkannya. Pada tahun kedua kuliah, Buffett bersama temannya merogoh koceknya sebesar 25 dolar AS untuk membeli mesin pinball. Lantas mesin permainan itu ditempatkan di toko tukang cukur. Hanya dalam beberapa bulan saja, mereka memiliki beberapa mesin pinball lainnya. Dan mereka menempatkan mesin-mesin games itu di toko-toko tukang cukur yang lainnya.
Mengenal saham, juga bagian dari masa kecilnya. Dalam sebuah perjalanan ke New York, pada usia sepuluh tahun, ia mampir ke New York Stock Exchange (NYSX). Sehari-harinya juga ia habiskan di ruang tunggu nasabah di sebuah kantor perusahaan pialang, dekat kantor Ayahnya Sendiri.
Pada usia sebelas tahun, Buffet sudah membeli tiga saham Vties Service Prefered untuk dirinya sendiri dan tiga untuk adiknya. Sementara saat SMA, Buffett turut menankan modalnya di bisnis milik ayaknya dan membeli sebuah peternakan.
Warren Buffett kini dikenal sebagai investor tersbesar AS. Ia menguasai saham banyak perusahaan blue chip. Melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, pria kelahiran 30 Agustus 1940 itu melebarkan sayap investasinya di berbagai sektor bisnis. Ia masuk dalam papan atas orang terkaya dunia sejak tahun 2008.
Buffet yang dibesarkan dalam keluarga bangsa Amerika Serikat dengan strata sosial sebagaimana warga AS pada umumnya, sudah tampak kreatif dan pandai mencari uang sejak kecil. Bahkan sebagai seorang anak, Buffett menjual permen karet dan majalah mingguan dari pintu ke pintu (door to door). Sepulang sekolah ia juga bekerja di toko kelontong milik kakeknya.
Menginjak remaja, Buffet berhasil menciptakan uang dari menjadi loper Koran, menjual perangko, dan menjajakan bola golf. Buffet menjadi anak SMA yang mampu mandiri dan mencetak uang sendiri. Apa yang dilakukan Buffett tentu berbeda dengan remaja-remaja anak SMA pada umumnya saat itu.
Kegigihannya berbisnis terus dikembangkannya. Pada tahun kedua kuliah, Buffett bersama temannya merogoh koceknya sebesar 25 dolar AS untuk membeli mesin pinball. Lantas mesin permainan itu ditempatkan di toko tukang cukur. Hanya dalam beberapa bulan saja, mereka memiliki beberapa mesin pinball lainnya. Dan mereka menempatkan mesin-mesin games itu di toko-toko tukang cukur yang lainnya.
Mengenal saham, juga bagian dari masa kecilnya. Dalam sebuah perjalanan ke New York, pada usia sepuluh tahun, ia mampir ke New York Stock Exchange (NYSX). Sehari-harinya juga ia habiskan di ruang tunggu nasabah di sebuah kantor perusahaan pialang, dekat kantor Ayahnya Sendiri.
Pada usia sebelas tahun, Buffet sudah membeli tiga saham Vties Service Prefered untuk dirinya sendiri dan tiga untuk adiknya. Sementara saat SMA, Buffett turut menankan modalnya di bisnis milik ayaknya dan membeli sebuah peternakan.
Warren Buffett kini dikenal sebagai investor tersbesar AS. Ia menguasai saham banyak perusahaan blue chip. Melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, pria kelahiran 30 Agustus 1940 itu melebarkan sayap investasinya di berbagai sektor bisnis. Ia masuk dalam papan atas orang terkaya dunia sejak tahun 2008.
Read The Original Article
Tidak ada komentar:
Posting Komentar